Agustus 11, 2022

florencestandard.com

Blog Media Info Terkini

Mengenal Brand Lokal Consina yang Berawal dari Modal 50 Ribu Saja

Brand lokal Indonesia kini juga tak kalah dengan brand-brand impor yang terkenal sebelumnya, salah satunya ialah Consina yang berhasil mencetak produk dengan kualitas setara produk luar. Lalu bagaimana awal mula dari perjalanan Consina? Berikut ulasannya:

 

Disyon Toba

Sosok di balik kesuksesan brand lokal Consina bukan lain adalah anak bangsa yang sangat gemar mendaki gunung, untuk memenuhi kebutuhan mendaki yang dahulu selalu barang Impor atau merek luar negeri yang dibuat di Indonesia memicu tekadnya untuk membuat sendiri tas-tas daki gunung.

 

Produksi Pertama

Awalnya Disyon hanya mengumpulkan bahan-bahan bekas pabrik yang ia dapatkan dengan budget Rp.3.000,- per kg-nya, modal awal sekitar Rp.50.000,-. Setelah bahan-bahan terkumpul agak banyak, barulah Disyon menemui penjahit yang kebetulan mantan pekerja pabrik tas sehingga susah hafal pembuatan tas yang diinginkan oleh Disyon. Pertama yang ia ciptakan ialah Tas Pinggang untuk mendaki gunung, modelnya dibuat berbeda dan belum ada di pasaran yang akhirnya dibeli oleh kawan-kawannya.

 

Tahun 1994

Di tahun inilah Disyon berani membuka usahanya secara resmi dengan nama Consina.

 

Tahun 1998

Di tahun ini Disyon mulai kebanjiran pesanan tas, ia akhirnya meminta kepada penjahit untuk mencetak tas secara reguler. Bermodal uang Rp.500.000,- yang diambil dari keuntungan penjualan sebelumnya, ia sukses memproduksi 100 tas per bulannya. Dengan harga bahan sebesar Rp.8.000,- per kg, Disyon berhasil menjual seharga Rp.50.000,- per tas. Omset penjualan berhasil mencapai 5 juta rupiah per bulannya, Disyon kembali dapat membeli mesin jahit khusus tas.

 

Tahun 2001

Resmi berdasar hukum dengan nama PT. Consina Segar Alam, Disyon juga mengembangkan produknya. Consina tak hanya mencetak tas daki gunung, tetapi juga dibarengi dengan sepatu, juga pakaian yang saling melengkapi kebutuhan konsumen. Namun di tengah kesuksesan pada tahun ini, Disyon juga diterpa badai kecurangan eksternal. Banyak bahan baku tas yang dicuri oleh karyawannya, hal ini sangat merugikan tetapi tidak merenggut tekad Disyon untuk terus maju.

 

Sekarang

Sekarang ini, Disyon telah mempunyai 160 mesin jahit lengkap dengan 200 karyawan. Omset Consina mencapai Rp 1 miliar sampai Rp 2 miliar sebulan, bahkan toko agen brand Consina sudah ada 80 toko gerai, tetapi menurut pengakuy Disyon Toba sendiri bahwa ia hanya mempunyai satu toko gerai saja.

 

Sekian kisah singkat dari Disyon Toba yang berjuang dengan sepenuh tenaga berjuta mimpi, hingga kini sukses mengembangkan brand lokal miliknya.